Strukturisasi crew pada project pembuatan film adalah sesuatu yang sangat urgent untuk disepakati. sebab tanpa adanya strukturisasi tentu akan menghambat jalannya plan atau rencana kedepan yang akan dilaksanakan bersama.
Melalui sebuah proses yang cukup menyita waktu dan melelahkan. akhirnya pada tanggal 16 oktober 2008, disepakatilah Line Art Project sebagai Nama project SI 2005 C dalam rangka menyelesaikan salah satu tugas MK Broadcasting yaitu membuat sebuah idea cerita dan mengemasnya dalam bentuk Film
Pada kesempatan berbahagia tersebut, dihadiri oleh seluruh anak-anak kelas program Multimedia SI 2005 C serta dihadiri oleh Dosen Praktek Multimedia, bapak Yusuf. keterlibatan campur tangan pak yusuf inilah yang menjadi kunci suksesnya crew Line Art terbentuk. (lihat struktur Crew Line Art Project) .
Snapshot Pada saat rapat pembentukan crew Line Art
Snapshot Konseptualisasi ide oleh sutradara dan Scripwriter
Lanjutkan Membaca...?!Paijo adalah seorang anak petani yang polos dan baik hati dari sebuah desa di daerah Jawa Tengah. Ia hidup sebagai anak petani yang bahagia bersama kedua orang tuanya, dan Mbak Jah, kakak perempuan Paijo satu – satunya. Suatu hari, Bapak Paijo menyuruh Paijo mengantarkan sebuah surat dan oleh – oleh untuk Om Paijo di Bogor. Namun sayang, Paijo malah keterusan naik bis, dan tersasar di Jakarta.
Di Jakarta, Paijo banyak mengalami kejadian – kejadian. Mulai dari hal – hal aneh, senang, hingga menyebalkan. Saat pertama sampai, Paijo harus menerima kenyataan bahwa alamat Omnya yang ingin dituju hilang, tas serta dompet Paijo yang dicuri, hingga kelaparan dan terpaksa tidur di depan emperan sebuah toko.
Suatu hari, Paijo bertemu dengan Slamet, teman SMA-nya di desa. Oleh Slamet, Paijo diberikan pekerjaan di club malam dan sebuah kamar tempat tinggal. Slamet juga yang mengajak Paijo berkeliling Jakarta. Slamet ingin menunjukkan pada Paijo, bahwa Jakarta tidak sekejam pikirannya.
Lama – kelamaan, Paijo merasa betah di Jakarta. Ketika berpikir bahwa Paijo dapat mengumpulkan uang untuk kembali ke desa, Paijo berniat ingin menabung. Namun keinginan Paijo disambut miring oleh Slamet.
Slamet pun mengajak Paijo berbisnis investasi, dengan tujuan Paijo menginves uangnya untuk kemudian bisa bertambah banyak. Namun malang, Slamet, teman yang selama di Jakarta ini dipercayai Paijo, malah berbalik menipunya. Slamet mengambil seluruh uang Paijo, hingga Paijo tidak punya uang sepeser pun untuk kembali ke desanya. Slamet ternyata adalah seorang bandar narkoba yang selama ini dicari – cari polisi.
Dengan bekal sedikit uang dan pas – pasan untuk kembali ke desa, Paijo pun bertekad benar – benar kembali ke desa, dan tidak kembali lagi ke Jakarta. Baginya, Jakarta bukan kota yang cocok dan bersahabat dengannya. Dan tidak selamanya Jakarta adalah kota Metropolitan bagi anak desa yang polos seperti Paijo.
Penulis : nTan